Global Health Partnership Training CCR-ARI di University of Colorado Denver

Denver, Colorado, AS, 22-25 April 2019. Di penghujung April 2019, pusat penelitian kolaboratif untuk penyakit infeksi saluran pernapasan akut (Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections, CCR-ARI)—proyek kerja sama antara Universitas Padjadajaran, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), serta United States Agency for International Development (USAID), di bawah program Sustainable Higher Education Research Alliances (USAID SHERA)—menghadiri Global Health Partnership Training yang diadakan di University of Colorado Denver (UCD), Amerika Serikat.

Foto bersama delegasi CCR-ARI dengan tim CCR-ARI UCD dan direktur Center for Global Health Prof. Steve Berman di UCD Anschutz Medical Campus

Delegasi CCR-ARI dipimpin langsung oleh Direktur CCR-ARI Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., M.Sc., Sp.A(K)., Ph.D. didampingi oleh Partnership Manager Dwi Agustian, dr., MPH, Ph.D. dan Co-Partnership Manager Nur Atik, dr., M.Kes., Ph.D., serta perwakilan dari masing-masing perguruan tinggi yang tergabung dalam CCR-ARI, antara lain Dr. med. Setiawan, dr., AIFM dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Kurnia Fitri Jamil, dr., M. Kes., Sp.PD-KPTI dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Iwan Aflanie, dr., M. Kes., Sp.F, S.H. dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hamsu Kadriyan, dr., Sp.THT-KL(K), M.Kes. dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (Unram), dan Dr. Bertha J. Que, dr., Sp.S., M.Kes. dari Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti).

CCR-ARI di Konferensi Internasional Influenza di Stockholm 2019

Bandung, 14/02/2019. Dwi Agustian, dr., MPH, Ph.D, scholar sekaligus Partnership Manager Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) menghadiri konferensi internasional yang diadakan oleh International Society for Influenza and other Respiratory Virus Diseases (ISIRV) di Stockholm, Swedia, 16-18 Januari 2019 yang lalu.

Dalam 2nd ISIRV Epidemiology Group Meeting: Incidence, Severity and Impact of Influenza tersebut, dokter Yayan, panggilan akrab PM CCR-ARI ini menyampaikan presentasi oral bertajuk “Geographical Clustering of Human Influenza A Virus Infections in Two Rural Communities in Indonesia”.

Dokter Yayan tengah menyampaikan presentasi oral di hadapan peserta konferensi

Dokter Yayan menjabarkan hasil penelitiannya terhadap penyebaran virus Influenza di dua lokasi terpisah di Kabupaten Bandung, yakni Soreang dan Cileunyi. Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada sejarah kasus dugaan serangan virus flu burung ganas (Highly Pathogenic Avian Influenza, HPAI) di kedua wilayah beberapa tahun sebelumnya.

Selain mempresentasikan hasil penelitiannya, di sela-sela kegiatan konferensi, dokter Yayan membangun jaringan baru dengan delegasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang akan memperkuat kegiatan penelitian yang sedang dijalankan oleh CCR-ARI.

Pertemuan Laporan Tahunan Perkembangan Program CCR-ARI di Rektorat Unpad 2019

Bandung, 04/02/2019. Jumat, 1 Februari 2019, Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) menghadiri undangan Rektor Universitas Padjadjaran untuk menyampaikan laporan tahunan program ini.

Pertemuan yang singkat namun padat ini berlangsung di Executive Lounge Gedung 2 Universtas Padjadjaran, Jl. Dipati Ukur 35 Bandung. Hadir dalam pertemuan ini antara lain Direktur CCR-ARI Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., M.Sc., Sp.A(K), Ph.D beserta staf, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Dr. med. Setiawan, dr., AIFM, dan Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr.

Pertemuan dibuka dengan pemaparan Prof. Cissy tentang pencapaian CCR-ARI selama satu tahun beserta tantangan-tantangan yang dihadapi dalam menjalankan penelitian. Sejauh ini CCR-ARI telah bekerja sama dengan 12 rumah sakit yang akan menjadi lokasi pengumpulan data subjek penelitian.

Prof. Cissy menyampaikan pencapaian CCR-ARI dalam satu tahun terakhir

Ke-12 rumah sakit tersebut adalah RSUD Meuraxa dan RSUD Dr. Zainoel Abidin di Banda Aceh; RSUP Dr. Hasan Sadikin, RSUD Al-Ihsan, RSUD Soreang, dan RSUD Majalaya di Bandung; RSUD Ulin dan RSUD Dr. Ansyari Saleh di Banjarmasin; RSUD Prov. Nusa Tenggara Barat dan RSUD Praya di Mataram; serta RSUD Dr. M. Haulussy dan RS Sumber Hidup di Ambon.

Di akhir pertemuan selama dua jam ini, Rektor Unpad menyatakan dukungan dan optimisme terhadap keberhasilan program CCR-ARI ke depan.

Artikel Opini Hari Kesehatan Nasional 2018

Bandung, 22 Januari 2019. Pada 12 November 2018 yang silam, kita baru saja memeringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, yang menjadi penanda  54 tahun perjuangan Indonesia melawan malaria. Dalam rangka hari tersebut, seorang scholar Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) Panji Fortuna Hadisoemarto, dr., MPH menulis sebuah artikel opini tentang tantangan kesehatan masyarakat sesungguhnya yang dihadapi oleh Indonesia.

Artikel ini dimuat di harian berbahasa Inggris The Jakarta Post, 1 Desember 2019. Dalam artikel ini, penulis mengungkapkan kegundahannya atas problem kesehatan yang belum sepenuhnya tertangani dengan baik oleh para pemangku kepentingan dan kebijakan di negeri ini. Bagaimana isi artikel ini selengkapnya? Silakan klik tautan berikut: National Health Day: Tackling a wicked problem.

Selamat membaca!

 

Training Protokol Penelitian Beban Penyakit ISPA di RSUD Majalaya

Bandung, 15 Januari 2019. Akhir 2018 yang lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, resmi menjadi lokasi ke-12 penelitian beban penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang dilakukan oleh Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) yang disponsori oleh USAID melalui program Sustainable Higher Education Research Alliances (SHERA).

Untuk mempersiapkan tenaga kesehatan di RSUD Majalaya dalam pengumpulan sampel subjek penelitian, CCR-ARI melaksanakan training protokol penelitian dan pengambilan sampel apus nasofaringeal pada 3 Januari 2019. Acara yang berlangsung di aula lantai 3 RSUD Majalaya dibuka oleh PI CCR-ARI Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., M.Sc., Sp.A(K), Ph.D. dan dihadiri oleh Direktur Utama RSUD Majalaya Tutty Heryati, dr.

Tenaga kesehatan RSUD Majalaya sedang mempraktikkan pengambilan sampel apus nasofaringeal pada pasien

Dalam training yang berlangsung satu hari ini, para dokter penanggung jawab pasien dan perawat RSUD Majalaya yang terlibat dalam penelitian CCR-ARI mendapatkan gambaran umum penelitian yang disampaikan oleh Wakil Koordinator Penelitian BOD CCR-ARI Kuswandewi Mutyara, dr., M.Kes., M.Sc.; kriteria inklusi pasien dewasa dan anak-anak oleh Anggraini Widjajakusuma, dr., Sp.PD-FINASIM; metode pengambilan sampel apus nasofringeal dan pengiriman viral transfer medium (VTM) oleh Koordinator Laboratorium CCR-ARI Chrisanty Murad, dr., M.Kes beserta tim.

Training Seca di RSUD Al-Ihsan Baleendah Bandung

Bandung, 08/01/2019. Senin, 07/01/2019 Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) telah mengadakan training penggunaan alat-alat ukur Seca untuk tenaga kesehatan RSUD Al-Ihsan Soreang, Bandung, yang akan terlibat dalam pengumpulan data pasien yang menjadi subjek penelitian beban penyakit ISPA pada pasien rawat inap dewasa dan anak-anak di Indonesia.

Pelatihan tersebut diberikan oleh scholar CCR-ARI Tisnasari Hafsah, dr., Sp.A(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung. Alat-alat ukur Seca seperti pengukur tinggi badan anak-anak dan dewasa, timbangan berat badan bayi, timbangan berat badan anak-anak dan dewasa, dan pengukur lingkar lengan digunakan oleh CCR-ARI untuk menjamin presisi dan akurasi data subjek penelitian di seluruh lokasi pengambilan data pasien.

Dokter Tisna sedang menjelaskan penimbangan berat badan pasien dewasa kepada tenaga kesehatan

Di akhir pelatihan, diadakan langsung pengambilan data subjek penelitian di RSUD Al-Ihsan yang langsung diawasi oleh scholar CCR-ARI Kuswandewi Mutyara, dr., M.Kes., M.Sc. dari Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Tahun ini ditargetkan 300 sampel data subjek penelitian yang terkumpul dari RSUD Al-Ihsan.

Throwback 1 Year CCR-ARI – Kunjungan CCR-ARI ke Universitas Pattimura, Ambon

Pada tanggal 3 Oktober 2017, Direktur CCR-ARI, Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., Sp.A(K), M.Sc., Ph.D didampingi oleh Nur Atik, dr., M.Kes., Ph.D melakukan kunjungan ke Universitas Pattimura, Ambon.

Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperkuat hubungan kerja sama antara CCR-ARI dengan Fakultas Kedokteran, Unpatti. Direktur CCR-ARI dan staf diterima oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Ir. F. Rieuwpassa, MS didampingi oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti Dr. dr. Bertha J. Que beserta staf.

Berita selengkapnya dapat Anda simak di https://paparisa.unpatti.ac.id/2017/10/19/visit-of-director-of-ccr-ari/

New Webinar Series on Epidemiologic & Research Methods

In Collaboration with Department of Public Health, Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran, Center for Collaborative Reserach on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) invites you to a New Webinar Series on Epidemiologic & Research Methods.

Wednesday, August 8, 2018 at 10.00-12.00 am Bandung, Indonesia Time

10.00-11.00 am: “Systematic Review and Meta-analysis of Prediction Models”
By Thomas A. Debray, PhD

11-12 am: “Introduction to Infectious Disease Modelling”
By Welling Oei, PhD

First Presenter: Thomas A. Debray, PhD
Thomas A. Debray is the Assistant Professor Epidemiology & Biostatistics, University Medical Center Utrecht, The Netherlands.

He received his MSc degrees from two universities, Maastricht University in 2009 and Utrecht University in 2013. Then he finished his Ph.D. degree from Utrecht University in 2013. Thomas’s research is focused on refining statistical methods for risk prediction and stratified medicine including investigating the better prediction using big data sets and developing prediction models using data from individual patients and on aggregated level. Thomas is an active member of Cochrane Prognosis Methods Group and also an associate editor of BMC Diagnostic and Prognostic Research.

Second Presenter: Welling Oei, PhD
Welling Oei is a Postdoctoral researcher for Department of Public Health of Erasmus Medical Center, Rotterdam. She finished her MSc and PhD degree from Utrecht University, Utrecht, the Netherlands. During her PhD, she worked on Modelling the Transmission of emerging Infections in the Transfusion Chain (MITCH) project.

About The Webinar

Topic: Systematic Review and Meta-analysis of prediction models

Systematic reviews and meta-analysis are an important source of information for evidence based medicine. Systematic review of the validation studies of a prediction model might help to identify whether its predictions are sufficiently accurate across different settings and populations. Heterogeneity should be expected when summarising estimates of a model’s predictive performance. This lecture provides guidance for researchers systematically reviewing and meta-analysing the existing evidence on a specific prediction model, discusses good practice when quantitatively summarising the predictive performance of the model across studies, and provides recommendations for interpreting meta-analysis estimates of model performance.

Topic: “Introduction to Infectious Disease Modelling”

This webinar will walk you through the application of the infectious disease modelling. Mathematical models are being increasingly used to understand the transmission of infections and to evaluate the potential impact of control programs in reducing morbidity and mortality. Applications include determining optimal control strategies against new or emergent infections, such as swine flu, Zika or Ebola, or against HIV, tuberculosis and malaria, and predicting the impact of vaccination strategies against common infections such as measles and rubella.

Who should attend?

  • Medical professionals : general practitioners, infectious disease specialists, clinicians including residents and undergraduate and postgraduate medical students.
  • Health professionals including public health practitioners and medical statisticians.

Upon completion of the webinar participants will be able to:

  • Understand step-by-step procedure to review a prediction model systematically
  • Demonstrate the application of prognostic prediction models
  • Understand the key steps of meta-analysis and interpret meta-analysis estimates of model performance
  • Recall basic principles of infectious disease modelling and infectious disease epidemiology.

Register Here: http://webinar.ccr-ari.id

CCR-ARI Quarter Meeting May 2018

Taken place at De Paviljoen Hotel Bandung, CCR-ARI held Affiliates Quarterly Meeting for two days, on 3 and 4 May 2018. The Quarterly Meeting was opened by CCR-ARI Partnership Manager Dwi Agustian, dr., MPH, Ph.D, discussed issues related to research implementation obstacles in hospital; contract and agreement document arrangement with affiliate hospitals, staffs, and CCR-ARI scholars; also financial and regular activities reporting.

To begin research, agreement documents with affiliate hospitals network as research subject location must be prepared beforehand. Based on experience in Bandung, it takes two months to complete those paper works.

Besides that, adequate human resource is also necessary for data collection and management with good planning. The meeting was attended by 4 representatives from Universitas Padjadjaran, 2 from USAID SHERA, and 2 each from Universitas Syiah Kuala, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram and Universitas Pattimura, resulting with report of obstacles in research; activity schedule and plan for May-July 2018; agreement draft and contact with afilliate hospitals, staffs, and scholars.

Study Initiation for the Burden of ARI caused by RSV and Influenza in Indonesia

On Monday, 30 April 2018, at the Department of Pediatrics General Hospital Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Center for Collaborative Research on Acute Respiratory Infections (CCR-ARI) has begun study initiation for the burden of acute respiratory infections caused by Respiratory Syncytial Virus (RSV) and Influenza in hospitalized children and adults.

The study initiation was opened in person by the Director of CCR-ARI, Prof. Cissy B. Kartasasmita, dr., M.Sc., Sp.A(K), Ph.D and was attended by pediatricians and clinical pathologist in RSHS. Prof. Cissy explained the research workflow to  specialists and field doctors of CCR-ARI who will be directly involved in collecting research samples.

Collection of research samples will also be carried out at other hospital partners of CCR-ARI, i.e. RSUD Al-Ihsan and RSUD Soreang. Next, similar sample collection will take place in four other cities, i.e. Banda Aceh, Banjarmasin, Mataram and Ambon.